Akhir-akhir ini suara gemuruh yang terjadi di timur laut Ponorogo sering terjadi, ini membuat banyak warga resah karena suara gemuruh itu, suara itu diduga warga akibat aktivitas Gunung Wilis. Setiap malam terdengar suara gemuruh yang hebat sesekali, dan kadang waktu pagi terdengar suara yang agak lemah.
Akhirnya keresahan warga akibat suara gemuruh itu terungkap. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Dr Surono mengatakan penyebab suara gemuruh itu adalah gerakan tanah lambat dan rayapan, dan akan berhenti setelah mencapai keseimbangan baru.
Menurut Dia, suara gemuruh yang terjadi bukan karena aktivitas Gunung Wilis yang masuk kategori Gunung Api tipe B. Timnya melaporkan bahwa tanah di lokasi kejadian itu lapisan atasnya merupakan lapisan yang urai, yang berada di atas lapisan tanah yang kedap air.
Lapisan tanah di atas, yang bersifat urai itu, punya karakteristik lolos air tinggi. Hujan yang tidak berhenti sepanjang tahun itu membuat lapisan tanah yang urai tersebut beratnya bertambah dan bergerak. “Seperti spon, waktu dia kering diletakkan di bidang miring dia tidak bergerak, ketika spon itu terisi air dia akan menjadi lebih berat, air membuatnya licin dan bergerak.






..moga semua, baik3
amien mas…hehe….
wah ngeri juga ya kalau tinggalnya didekat tanah yang bergemuruh itu,takut ada kenapa2..tapi semoga aman2 saja !
amien mbak,,,hehe.makasih do’anya…
smg gk tjd pa2 diPo.ortu ma sdr kn dsn,mg thn dpn aq bs plg kmpg
amien….